Anda kesulitan dalam hal perpajakan? MYOB? Atau pembukuan? Kami berikan solusi terbaik apapun kondisi anda Random Posts : >> Software Akuntansi/Pembukuan MYOB untuk Perusahaan Jasa Konstruksi/Kontraktor >> KREDIT BANK >> SOFTWARE AKUNTANSI MYOB UNTUK KOPERASI >> Software Akuntansi/pembukuan yang terbaik untuk pajak/Perpajakan? Ya….MYOB >> Software Akuntansi MYOB untuk Industri Pertambangan >> MYOB INDONESIA : Konsultan MYOB Indonesia / Indonesia MYOB Professional Partner / Reseller MYOB Indonesia >> MYOB INDONESIA DAN KONSULTAN PAJAK >> MENGAPA MEMILIH MYOB? >> Download Form/Formulir Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2014 1770, 1770S, 1770SS dan 1771 Microsoft Excel >> MYOB INDONESIA >>

widgets
MYSODATA UTAMA

Mysodata Utama adalah sebuah perusahaan yang bergerak bidang :

Jasa Pengajuan Kredit
Jasa Audit Independen
Jasa Konsultan Pajak
Jasa Penyusunan Laporan Keuangan
Distributor MYOB Indonesia &
Penjual MYOB di Indonesia

HEAD OFFICE :

Krian Indah Regency No. 8 Sidoarjo, Jatim
Telp : 031-70560632
Fax : 031-8988865
HP : 081 651 7774
PIN : 51814E16
Email : mysodata@yahoo.com

REPRESENTATIVE OFFICE :

Malang : 0341-5481520
Kediri : 0354-7660105

"The best solution is available"
MYOB

PostHeaderIcon KREDIT BANK

Kredit, tidaklah tepat bila selalu diidentikkan dengan ketidakmampuan dalam mencari jalan keluar atas permasalahan keuangan perusahaan.

Pengidentikan kredit dipersamakan dengan ketidakmampuan, harus kita kaji lebih lanjut demi percepatan perkembangan perusahaan.

Dalam menjalankan perusahaan, manajemen dituntut untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya profit dengan prasana yang terbatas. Sebesar apapun perusahaan, pasti akan terlihat masih ada kekurangannya bila dibandingkan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Perusahaan mempunyai banyak sekali properti diantaranya mesin, gedung, kendaraan dll yang akan dipergunakan untuk mencapai tujuan berdasarkan fungsi dan kemampuan jenis properti tersebut.
Selain jenis kekayaan tersebut diatas, masih ada lagi jenis properti perusahaan yang sangat vital dan menentukan, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM).

SDM ini tidak terbatas hanya pada orang-orang yang bekerja ditempat tersebut, tetapi juga termasuk pemilik sendiri.
Sebagaimana keunikan dari yang ada pada tiap-tiap jenis properti, keunikan properti SDM sangatlah luar biasa, perusahan bisa memanfaatkan kelebihan SDM dalam menjalankan perusahaan, diantaranya untuk mendukung keinginan perusahaan dalam ber-ekspansi, SDM bisa menjalin kerja sama dengan semua pihak yang berhubungan, misal, sewa lokasi, menganalisa lokasi yang paling tepat, menentukan anggaran belanja dan berkerja sama dengan kreditur untuk meng-combine dengan pos-pos lainnya. Kombinasi antara kreditor-lokasi-properti-SDM dll itulah yang harus dipandang sebagai satu-kesatuan dalam menjalankan perusahaan.

Pada kesempatan ini, mari kita pelajari sumber pendanaan yang sekiranya lebih simple bagi perusahaan baik disaat pengajuan ataupun pada saat-saat selanjutnya.
Ada beberapa sumber pendanaan yang ada, diantaranya : Pinjam Pihak III, Obligasi/Go Public, Kredit bank.
Dari ketiga jenis sumber pendanaan tersebut, marilah kita kupas satu persatu sebagaimana dijelaskan dibawah ini :

Pinjam Pihak III.

Sumber dana yang diperoleh dengan cara meminjam kepada pihak ke 3, selain caranya mudah, tidak perlu jaminan dan hanya berdasar kepercayaan saja. Tapi, meskipun cukup sederhana, pinjam kepada Pihak ke 3 ternyata pada umumnya akan dikenakan tarif bunga yang cukup besar, rata-rata 3% perbulan. Tentu hal ini tidak ekonomis.

Menerbitkan Obligasi/go public,

Cara ini dipandang lebih modern untuk mendapatkan tambahan dana dari penjualan obligasi ataupun saham di pasar modal. Cukup dengan menerbitkan saham untuk mendapatkan pembeli, maka, perusahaan akan mendapakan modal tambahan untuk menunjang kebutuhan dana operasional atapun investasinya.
Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah, bahwa dengan telah go publicnya sebuah perusahaan, maka jalannya perusahaan tersebut akan diawasi oleh otoritas pasar modal yang ada di suatu negara. Seringkali otoritas pasar modal akan mematok suatu pertumbuhan kinerja perusahaan dengan peningkatan omset dan laba pada angka/target tertentu yang kadang kala sangat tinggi. Pasar modal tidak melihat kondisi ekonomi sedang lesu taupun bergairah, yang jelas patokan target tersebut harus dicapai oleh sebuat perusahaan yang telah terdaftar (listing) di pasar modal. Pematokan oleh otoritas pasar modal ini sebenarnya cukup bisa dimaklumi karena otoritas selaku penyelenggara bursa tentunya akan senantiasa mampu memastikan bahwa perusahan-perusahaan yang telah listing adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai kinerja baik dan berprospek.
Akibat dari target tersebut diatas, maka banyak perusahaan go public yang berat kondisinya karena harus mengejar target pertumbuhan tersebut. Apabila ada perusahaan yang telah go public tapi tidak mampu memenuhi target pertumbuhan tersebut, maka direksi akan dipanggil untuk mempertanggung jawabkan kegagalan pencapaian tersebut.
Akhirnya, banyak perusahaan go pablic yang terpaksa memanipulasi kenaikan omset dan laba yang mana akibat dari manipulasi tersebut, maka perusahaan akan terbebani membayar pajak pertambahan nilai atas manipulasi kenaikan omset dan pajak penghasilan atas kenaikan laba yang juga dimanipulasi hanya untuk mengejar target yang telah dipatok oleh otoritas pasar modal.
Maka, tidak berlebihanlah bila akhirnya banyak perusahaan yang semula go public kembali membeli sahamnya untuk go private kembali.

Memang sumber dana kredit, dalam hal ini adalah kredit ke Bank, bukanlah satu-satunya sumber pencarian modal. Masih ada cara lain dalam mendapatkan dana, misalnya dengan mencari partner lagi, menjual beberapa aset, menerbitkan obligasi ataupun menjual saham di Bursa Saham.

Pada kesempatan ini, mari kita coba analisa satu per satu dari beberapa pilihan pencarian dana sebagaimana tersebut diatas.

Pembahasan kita batasi hanya pada perbandingan pada pilihan : Kredit bank, mencari Partner, menerbitkan obligasi atau saham.

Kredit Bank

salah satu pilihan yang banyak dipakai oleh para pengusaha untuk menambah modal kerja adalah dengan mengajukan modal kerja ke Bank dalam bentuk kredit.
Kredit ke bank dipandang ringan efeknya karena selain bunganya tidak terlalu tinggi juga monitoring oleh bank tidak seketat otoritas pasar modal.
Selain itu, kemajuan kinerja perusahaan juga tidak terlalu dipatok tinggi.
Justru bank akan mempertimbangkan hanya going concern debiturnya saja dengan cukup membayar bunga tanpa pokok pinjaman setiap bulannya.
Dalam hal perpanjangan kreditpun, bank masih dipandang gampang.
Kebanyakan, untuk mendapatkan kredit dari bank, perusahaan harus mempunyai jaminan. Namun, adanya jaminan tersebut adalah tidak harus diperlukan karena perusahaan bisa memberikan jaminan piutang dagang yang bisa ditagihkan ke pelanggannya. Bahkan, sebuah kontrakpun kadag-kala bisa dijaminkan untuk mendapatkan tambahan modal.

Dalam hal ini, kami lebih menyarankan untuk memilik pinjam ke bank dalam hal menambah modal kerja sebuah perusahaan.
Sebagai perusahaan yang berkecimpung didalam jasa pengajuan kredit, kami siap membantu dalam upaya mencari kredit dibank.

Namun dari semua pilihan diatas, tetap jawabannya terletak pada keyakinan dan keinginan setiap manajemen yang mungkin saja akan berbeda antara satu dengan lainnya. Nah…..disinilah fungsi SDM sangat menentukan dalam mengambil keputusan yang tepat dan sesuai kesiapan perusahaannya.

Semoga ulasan singkat ini bisa bermanfaat.

Tim Mysodata Consulting.

Leave a Reply

Gratis Konsultasi Perpajakan & MYOB

Google
Archives
Categories
March 2011
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Anda Tamu Ke